Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Differences Comets, Meteors and Asteroids

Comets, meteors and asteroids are space objects that could hit the planet. Foreign object both come from outer space, but do you know the difference between the detail of comets, meteors and asteroids? Here's the difference comets, meteors and asteroids.

Comet is a hunk of space objects that contain ice, rock and dust. In addition, the comet has a diameter of a few miles and orbited the sun.

The debris of the comet is the source of the emergence meteroid in large numbers. While meteroid an extraterrestrial object with a small content of rock or metal.

Meteroid normally sized grain of sand or large rocks. These objects can come from a comet or asteroid debris.

Meteor is a meteroid that enters Earth's atmosphere and experience the process of evaporation. Meteors are often referred to as fireballs or "shooting star".

Besides meteors, there are naming meteroid. Meteroid is a meteorite landed on Earth. Space objects hit the surface of the planet is a success without experiencing the process of burning in the atmosphere.

The phenomenon of meteor showers mununjukkan that meteors can be seen when the Earth passes through the trail of debris left by a comet. While asteroids, a space object that is generally larger than the meteroid.

Asteroids orbit the sun and made ​​of stone or metal content. Historically, the space rock larger than 10 meters set by naming asteroid.

Perbedaan Komet, Meteor dan Asteroid


Komet, meteor dan asteroid merupakan benda luar angkasa yang dapat menghantam sebuah planet. Objek asing ini sama-sama berasal dari luar angkasa, namun tahukah Anda detail perbedaan antara komet, meteor dan asteroid? Berikut ini perbedaan komet, meteor dan asteroid.

Komet merupakan sebongkah benda luar angkasa yang mengandung es, batu dan debu. Selain itu, komet memiliki ukuran diameter beberapa mil serta mengorbit matahari.

Puing-puing dari komet ialah sumber dari bermunculannya meteroid dalam jumlah besar. Sedangkan meteroid merupakan benda luar angkasa dengan kandungan batuan atau logam kecil.

Meteroid biasanya berukuran sebutir pasir atau batu besar. Objek ini bisa hadir dari serpihan komet atau asteroid.

Meteor merupakan sebuah meteroid yang memasuki atmosfer Bumi dan mengalami proses penguapan. Meteor seringkali disebut sebagai bola api atau “shooting star”.

Selain meteor, terdapat pula penamaan meteroid. Meteroid ini merupakan sebuah meteor yang berhasil mendarat di Bumi. Benda luar angkasa ini sukses menghantam permukaan planet tanpa mengalami proses terbakar di atmosfer.

Fenomena hujan meteor mununjukkan bahwa meteor dapat terlihat ketika Bumi melewati jejak puing yang ditinggalkan oleh komet. Sementara asteroid, merupakan objek luar angkasa yang umumnya berukuran lebih besar ketimbang meteroid.

Asteroid ini mengorbit matahari dan terbuat dari kandungan batu atau logam. Secara historis, batu luar angkasa yang berukuran lebih besar dari 10 meter ditetapkan dengan penamaan asteroid.

BlackBerry Tak Mau Rilis Smartphone Murah



ONTAIRO – Meski sejumlah vendor berlomba membuat smartphone dengan harga yang lebih terjangkau, namun BlackBerry tak berniat bersaing dikategori tersebut.

Hal ini dilontarkan langsung oleh CEO BlackBerry Thorsten Heins pada sebuah konferensi di Waterloo, Ontario. Dalam acara itu, Heins blak-blakan bahwa BlackBerry tak memiliki rencana untuk merilis smartphone seharga USD50 hingga USD60 atau bahkan lebih rendah.

7 Manfaat Bermain Video Game bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan bahwa permainan yang tidak memerlukan banyak gerakan fisik memiliki efek buruk bagi anak-anak ketika mereka tumbuh dewasa. Namun, di sisi lain bermain game banyak memberikan keuntungan, seperti mengurangi stres, memperbaiki keterampilan motorik serta meningkatkan penglihatan mata Anda, dan lainnya.

Berikut 7 Manfaat Bermain Game bagi Kesehatan, seperti dikutip theweek, Senin (11/3/2013).

Terapi Penyakit Kronis untuk Anak-Anak

The University of Utah meneliti efek dari bermain video game terhadap anak-anak yang didiagnosa penyakit kronis seperti autisme, depresi dan penyakit Parkinson.

Anak-anak yang memainkan game tertentu menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam ketahanan dan daya juang dalam menghadapi penyakit mereka dibandingkan yang tidak bermain video game.

Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Prasekolah (3-5 Tahun)

Peneliti dari Deakin University, Melbourne, Australia, menyatakan tidak apa-apa membiarkan anak usia empat tahun bermain video game di depan televisi.

Dari 53 anak-anak balita yang diamati perkembangannya, ditemukan bahwa mereka yang memainkan “game interaktif” akan memiliki keterampilan motorik terhadap objek yang lebih baik daripada mereka yang tidak.

Mengurangi Stres dan Depresi

2009’s Annual Review of Cybertherapy and Telemedicine menemukan bahwa gamers yang memiliki masalah kesehatan mental seperti stres dan depresi, dapat melampiaskan rasa frustasi mereka dengan bermain video game.

Studi ini memberi hipotesis bahwa permainan tertentu akan memungkinkan mereka menghindari tingkat stres tertentu. Sehingga membantu mereka untuk menenangkan pikirannya.

Memberikan Efek Penghilang Rasa Sakit

Video game tidak hanya dapat mengurangi rasa sakit emosional saja, tetapi juga mereka yang menderita sakit secara fisik.

Salah seorang psikolog University of Washington mengembangkan sebuah permainan yang dapat membantu pasien rumah sakit yang menderita sakit fisik.

Menigkatkan Penglihatan

Anda mungkin sering mendengar bahwa duduk terlalu lama di depan TV tidak baik untuk mata. Tetapi ada psikolog perkembangan Visual Development Lab of Ontario’s McMaster University dr. Maurer menemukan hasil yang berbeda.

Ia mengungkapkan orang yang menderita katarak dapat meningkatkan penglihatan mereka dengan bermain game tembak-tembakkan seperti Medal of Honor dan Call of Duty. Permainan itu membutuhkan jumlah perhatian, pelatihan dan adrenalin yang tinggi.

Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Keputusan

Video game paling membutuhkan reaksi cepat dalam sepersekian detik untuk mengambil keputusan yang menyangkut hidup dan mati tokoh virtualnya.

Para ahli saraf kognitif dari University of Rochester di New York menemukan fakta bahwa game dapat memberikan banyak permainan otak untuk menyimpulkan informasi.

Memberikan Kebahagiaan di Usia Tua

Para peneliti dari North Carolina State University meneliti hubungan antara bermain video game dengan kesejahteraan mental.

“Mereka yang senang bermain video game memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, sedangkan yang tidak bermain video game justru terdapat emosi negatif seperti depresi,” kata seorang peneliti di PsychCentral Rick Nauert.